Catatan di penghujung : "Yang Tercabik"

Catatan Penulis: 
Tulisan ini merupakan tulisan terakhirku sebelum rehat...sampai batas waktu yang belum dapat kupastikan

Kesibukanku jualah yang ternyata memisahkanku dengan dunia yang mulai kucintai ini
Terimakasih atas segala support yang sudah diberikan untuk blog ini
Mohon maaf jika terdapat salah2 kata dalam bertindak dan menulis
Ijinkan suatu waktu jika kangen aku masiy akan berkunjung ke blog teman-teman sekalian
Tulisan ini oleh2ku dari Bandung. Semoga bermanfaat.....



Pandanganku jatuh pada seorang ibu yang sedang bersandar dipintu. Raut wajahnya menunjukkan ekspresi kebahagiaan. Kuikuti pandangannya masuk kedalam suatu ruangan yang kulihat nampak beberapa anak sedang bermain dan berceloteh  dengan 3 pembimbingnya. Tubuh si ibu cepat2 bergeser tatkala tahu aku mendekati pintu yang sama. Senyumnya mengembang sembari menunjuk seorang anak tatkala aku menanyakan yang mana putranya. Senyum kebanggaan.

"Hampir tak percaya rasanya anak saya bisa seperti ini kalau melihat keadaannya dulu" percakapan dimulai oleh sang ibu. "Saat lahir dan tahu anak saya punya celah di bibir dan langit-langit perasaan saya seperti tercabik2, tersayat2 membayangkan masa depannya". "Untunglah saya menemukan tempat ini, dan anak saya bagai menemukan dunianya kembali".

Iya, putra si ibu menderita kelainan celah bibir dan langit-langit  (Cleft Lip/ Cleft Palate) atau lebih sering umum mengenalnya sebagai bibir sumbing. Kelainan ini selain menyebabkan celah pada bibir, juga bisa diikuti oleh celah pada langit-langit / palatum. Saat usia kehamilan ibu mencapai 6 minggu,  terjadi proses diferensiasi pada embrional dimana bibir atas dan langit-langit pada rongga mulut bayi dalam kandungan akan mulai terbentuk, berasal dari jaringan tulang / sutura yang berada di kedua sisi  yang akan bersatu di tengah-tengah. Bila sutura ini gagal bersatu, maka akan terbentuk celah pada bibir atas atau langit-langit di dalam rongga mulut.

Penyebabnya diduga karena kombinasi antara faktor genetik dan faktor lingkungan seperti obat-obatan, penyakit atau infeksi yang diderita ibu saat mengandung seperti penyakit cacar misalnya, konsumsi minuman beralkohol atau merokok saat masa kehamilan, atau kekurangan asam folat.  Faktor resiko tinggi akan didapatkan jika terdapat orang tua atau saudara kandung yang juga menderita kelainan ini. Celah bibir dan langit-langit juga dapat merupakan bagian dari sindroma penyakit tertentu.

Secara epidemiologis, kelainan ini banyak terjadi pada golongan ekonomi menengah kebawah. Hal ini menjelaskan mengapa banyak anak bercelah bibir dan langit-langit yang tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.Sementara perawatan yang harus didapatkan anak-anak bercelah bibir dan langit-langit itu sangat banyak dan memerlukan tahapan khusus.

Dimulai dari tahap bayi baru lahir, bayi akan kesulitan saat menghisap ASI karena langit2nya terbuka sehingga sulit untuk melakukan gerakan menghisap. Kesulitan ini dapat diatasi dengan penggunaan botol khusus / nasogastric tube sehingga bayi dapat memperoleh asupan yang cukup.

Celah langit2  juga dapat menyebabkan kesulitan dalam berbicara. Hal ini dapat diatasi jika anak  menjalani terapi bicara setelah proses operasi penutupan celah. Anak dengan celah langit2 seringkali memiliki suara hidung saat berbicara.
Anak dengan celah bibir dan langit2 kadang memiliki gangguan dalam pendengaran. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan adanya infeksi yang mengenai tuba Eustachia (saluran yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut).

Dengan adanya celah ditengah langit2, maka akan mempengaruhi pertumbuhan lengkung gigi dan gigi-gigi. Lengkung akan menjadi kurang berkembang, serta susunan gigipun manjadi berjejal
  

Penanganan kelainan celah bibir dan langit2 ini merupakan penanganan tim multidisiplin. tim itu tdd dokter gigi spesialis bedah mulut, dokter gigi spesialis gigi anak, dokter gigi spesialis orthodonsi, ahli terapi bicara, psikolog, audiologist (terapi pendengaran), dan ahli genetik. 

Operasi untuk menutup celah bibir sudah dapat dilakukan pada saat bayi berusia tiga bulan jika memiliki berat badan yang cukup. Sedangkan operasi untuk menutup celah pada langit-langit dapat dilakukan pada usia kira-kira enam bulan. Saat usia anak bertambah, operasi-operasi yang berkaitan dengan fungsi dan memperbaiki wajah mungkin diperlukan . Dilanjutkan dengan terapi psikologis dan terapi bicara.
Untuk memperbaiki susunan geligi, ortodontis akan memperbaikinya menggunakan kawat gigi.

Perawatan kelainan celah bibir dan langit-langit sungguh amat lama dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sehingga diperlukan effort yang besar bagi kalangan yang tidak mampu untuk dapat melakukan keseluruhan terapi sampai tuntas.

Nah tidak banyak yang tahu bahwa ada beberapa pusat perawatan Celah bibir dan Langit-Langit yang menggratiskan seluruh biaya pengobatannya. Salah satunya Cleft Centre yang berada di Fakultas Kedokteran Gigi Univ. Pajajaran , Jl Sekeloa Bandung.
Mungkin kita bisa berbagi info tentang perawatan kelainan Celah Bibir dan Langit2 sehingga bermanfaat buat orang-orang sekitar kita.

Cleft Centre ini dikelola oleh Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit  (YPPBCL) adalah sebuah yayasan sosial yang memulai aktivitas sosialnya sejak tahun 1979, dengan tujuan membantu para penderita celah bibir dan langit-langit yang secara ekonomi dinilai kurang mampu. Dalam melaksanakan kegiatan sosialnya selama ini, YPPCBL berusaha untuk membantu para penderita celah bibir dan langit-langit yang berada di seluruh indonesia.

Selama melaksanakan aktivitas atau kegiatannya, YPPCBL sendiri banyak dibantu oleh berbagai pihak, yaitu donatur dari dalam maupun luar negeri, perorangan, instansi swasta dan pemerintah daerah. Selain itu, YPPCBL juga menerima bantuan dari donatur tidak tetap. Dengan dukungan tersebut, mereka dapat memberikan pelayanan kepada para penderita celah bibir dan langit-langit yang tidak mampu.
Pada tahun 2006 YPPCBL telah menerima permohonan bantuan untuk melaksanakan operasi celah bibir dan lagit-langit bagi pasien yang tidak mampu, yaitu sebanyak 1033 pasien. Di dalam Cleft Centre selain dilengkapi dengan ruangan operasi untuk menutup celah bibir dan langit, juga dilengkapi dengan ruangan untuk bermain, ruangan terapi bicara, ruangan terapi psikologis.

Kegiatan operasi YPPCBL terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu operasi yang dilaksanakan secara rutin di kota Bandung dan operasi yang dilaksanakan di luar kota Bandung dalam rangka kegiatan Bakti Sosial. Operasi rutin dilaksanakan di rumah sakit-rumah sakit yang telah dirujuk oleh YPPCBL, yaitu RS. dr. Hasan Sadikin, St. Borromeus, Santosa International Hospital, RS. Immanuel, RS. AL. Islam, RS. Kebonjati, dan RS. Dr. Salamun. Sedangkan di luar kota Bandung, YPPCBL bekerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit yang ada di lokasi pasien berada. Biasanya tim dokter dari Cleft Centre akan datang ke kota yang terdapat permintaan minimal 10 anak untuk dilakukan operasi penutupan celah bibir dan langit2. Nah mungkin teringat akan seseorang yang akan dibantu?

Sesaat aku teringat pada si ibu yang dengan setia merawat menunggui anaknya selama terapi bicara dan terapi psikologis dan bisa merasakan betapa besar kasih sayang seorang ibu terhadap seorang anaknya..........
Salah satu penderita Celah bibir dan langit2 diambil dari sumber http://2.bp.blogspot.com/




ngt.JPGselang Nasogastric tube, adalah selang yang dimasukkan melalui hidung bayi berfungsi untuk memasukkan susu langsung ke dalam lambung untuk memenuhi intake makanan;

baby-bottle.jpgPemberian dot khusus dot khusus, Dot ini bentuknya lebih panjang dan lubangnya lebih lebar karena bayi pada kasus ini sulit menghisap daripada dot biasa; tujuannya dot yang panjang menutupi lubang di langit2 mulut; susu bisa langsung masuk ke kerongkongan

tube nasogastric dan gambar dot diperoleh dari http://senyumsehat.files.wordpress.com/

Lamat-lamat kudengar lagu Afghan "Bukan cinta Biasa" yang mengiringiku menuliskan tulisan untuk blog ini terakhir kalinya......

Terimakasih dan sampai jumpa lagi kuucapkan untuk teman-teman yang selama ini mengiringi perjalananku dalam dunia blog ini. Mungkin kita dapat berjumpa dilain waktu dan lain kesempatan yang lebih menyenangkan. Salam

lanjut baca yuuk..

Pagiku

                                          Suasana kelas dan mahasiswaku


Sudah lama ternyata aku tidak menulis untuk blog. Kangen siy... tapi kesibukan membelengguku ..........
Kali ini aku pengen menulis hal yang ringan yang kalau diingat bikin senyum-senyum sendiri terutama jika aku sedang berkendara di pagi hari berangkat memberi kuliah.

Pagi itu jam 4 pagi aku terbangun dari tidur karena harus mempersiapkan kuliah pagi. Ya, pagi itu jam 7 pagi jadwalku memberi matakuliah Ortodontik. Matakuliah yang banyak membahas tentang pergerakan gigi menggunakan piranti / kawat ortho. Kubuka laptop miniku, membuka file kuliah tahun lalu, sembari menambahkan beberapa materi yang update dengan sekaligus browsing beberapa materi yang kubutuhkan untuk update bahan kuliah. Ya, iyalah masak kuliah dari tahun ke tahun sama aja...... hihihi. Soal persiapan kuliah, aku masiy belum bisa seperti dosen sekaligus seniorku drg Hadi Soedarjanto, AIF dan drg Ani Turasmini.,Sp Farm. Kedua beliau ini, yang merupakan panutanku sebagai dosen. Setiap jadwal mengajar, beliau selalu menyempatkan 1X24 jam mempersiapkan kuliah, membuat peta konsepnya, menambahkan materi dari buku teks, mengelompokkan materi-materi dan kata-kata yang susah dalam kuliah, dan membuat beberapa pertanyan untuk dijawab mahasiswa.Semuanya beliau tulis tulisan tangan dalam kertas folio bergaris dengan telatennya. hmmmff.


Sembari browsing, kubuka YMku. Ada kawan yang menyapa saat kubuka YMku.Chatting sejenak. kulihat jam dindingku.Wew....cepatnya waktu dah jam 5.

Kututup laptopku, setelah mandi, subuhan, siap-siap sarapan pagi. Kuambil 2 lembar roti tawar untuk kuoles dengan mentega....dan kring..telepon pertama dari teman menanyakan jadwalku hari ini. Setelah kujawab pertanyaannya.. tak lama.......kring lagi...kali ini dari mahasiswaku yang menanyakan penelitiannya. Ada kesulitan tentang pemberian perlakuan penelitiannya yang dilakukan pada tikus. Kujawab sambil mengoleskan mentega. Selesai telepon kedua, langsung kusruput teh manisku yang sudah disiapkan si iyuk dan makan roti mentega. Belum jenak juga menikmati, teleponku berdering lagi...lagi-lagi dari mahasiswa yang menanyakan jadwalku karena akan menghadap untuk tanda tangan skripsi. Selesai itu masih ada satu telpon lagi dari seorang teman yang sedang menempuh pendidikan lanjutan spesialis berkonsultasi tentang tugas sekolahnya. Total ada 4 telepon di pagi itu. dan......aduh.....udah jam 6 pula........

Kuambil tas sekenaku (tapi masiy tetap kulirik siy apakah masih masuk dengan baju yang kukenakan). Hihihi Tangan kiriku membawa laptop. Baru kuingat ada beberapa buku titipan teman yang musti kubawa. Setelah kutaruh tas dan laptopku di dalam my seksi (aku menamakan xenia coklatku), terus kembali masuk ke rumah untuk mengambil buku-buku yang tebalnya bisa deh bikin pingsan orang kalo ditimpukin. Hehehe. Kulihat charger baterai laptopku masih tercolok di colokan. Wahh...padahal harus kubawa karena ada kuliah. lari-lari aku keluar masuk rumah-mobil. Kulepas kembali sepatuku supaya bisa berlari agak cepat. Dan setelah duduk manis di mobil.. wah...mana niy si iyuk, pintu garasinya belum dibuka. Yukkkkk....teriakku, sambil kulihat jam mobilku menunjukkan pukul 6.16.

Ada yang nanya make up? wah ...aku gak pernah make updi rumah, selalu kulakukan di mobil pada saat2 berhenti lampu merah atau macet, atau kalo gak sempat ya.......sesaat sebelum turun mobil. Dan karena itulah aku mempunyai keahlian  make up cepat andalanku setiap tahun kala lomba 17 Agustusan. Sudah 2 tahun ini aku memenangkan lomba make up cepat tanpa menggunakan cermin. Hehehe

Jarak tempuh rumah ke RSAL tempatku mengajar sekitar 1 jam di pagi hari. Satu-satunya daerah macet deket rumahku adalah pasar Wiyung. Tapi olala....pagi itu macetnya luar biasa.... huh...keluhku.. mana jam 7 pagi musti ngasih kuliah.... Ternyata kemacetan itu lumayan juga panjangnya sekitar 2 km. Dan aku melewatinya saat waktu di mobil menunjukkan 6.45. Kuperkirakan cukup untuk sampai ke RSAL. Namun ternyata sampai 2 X perlintasan kereta api yang kulewati, tepat saat kereta api akan lewat. Wah, sukseslah aku terlambat. Jam menunjukkan pukul 7.15 saat memasuki parkiran di RSAL, untunglah tak susah aku mendapatkan parkiran karena masih lengang. 

Setelah merapikan make up, aku turun dari mobil, aku mencoba mencari sepatuku di bawah jok...ah kemana dia.....turunlah aku dari mobil dan kulongok lagi jok mobilku. Hah...apakah aku lupa membawa sepatuku yang tadi kulepas saat berlari masuk ke rumah kembali untuk membawa buku..... Mati aku.....
Lagi-lagi kulongok.jok belakangku....masih belum kulihat sepatu yang kucari. Kutelp rumah dan... benar, sepatuku tertinggal di rmh. Tapi biasanya aku masiy membawa sandal di belakang. Tapi lemaslah aku saat kuingat kemaren baru kuturunkan sandalku saat mobil akan kucucikan. 

Mau pulang gak mungkin, mau pinjam teman sepagi ini juga gak mungkin.....mau ke rumah teman yang dekat juga gak keburu waktunya. Akhirnya kuputuskan akan kupikirkan setelah aku sampai ruang dosen nanti.Kukenakan jas dokterku, kujinjing tas dan laptopku, sambil berjinjit (toleh kanan toleh kiri) aku berlari menuju ruang dosen yang terletak di lantai 2. Ada 2 bapak administrasi yang nampak saat aku datang. Belum ada satupun teman sejawatku yang nampak. Kuceritakan apa yang terjadi  dan terbahak-bahaklah mereka. Tapi meminjamkan sepatu mereka juga gak mungkin. Akhirnya kucomot saja sandal jepit yang tergeletak biasanya untuk salin saat wudhu dan langsung masuk ke kelas. 

Kulihat beberapa pandangan wajah mampir ke kakiku. Akhirnya, daripada terus 2an menyembunyikan kaki, kubuka kuliah pagi itu dengan kata maaf. Maaf karena terlambat, maaf karena terlupa memakai sepatu. Dan Gerrrrrrr terbahak-bahaklah mereka demi mendengarnya.Beberapa diantaranya mengolokku menawari sepatunya. Sebagian diantaranya senyum-senyum memaklumi supaya tidak membuat dosennya malu di depan kelas .Setelah 2 jam, .huh...akhirnya selesai juga kuliah pagiku ini. Bergegas aku ke mobil, dan tujuanku pertama adalah ....ya membeli sepatu.... hehehe

lanjut baca yuuk..

Berbagi Kasih


Bersama bu Dekan saat akan berangkat
Pagi itu tak biasa.....Hari Sabtu pagi yang biasanya merupakan hari libur buat kami, pagi itu jam 8 pagi 8 mobil dan 1 mobil klinik gigi berjalan beriringan berangkat menuju kecamatan  Morokrembangan. Sebuah kecamatan yang terletak di pesisir utara Surabaya. Keberangkatan kami dalam rangka Bakti Sosial Dies Natalis Univ. Hang Tuah.


Saat iring-iringan masuk, aktivitas pasar yang nantinya akan kami gunakan sebagai tempat parkir belum sepenuhnya bubar, jadi bisa dibayangkan ramainya. Karena kami masuk perlahan, ekor iring2an mobil sempat membikin macet jalanan yang terkenal paling tinggi mengakibatkan kematian setiap tahunnya di Surabaya.
Spanduk besar bertuliskan tema baksos yaitu "peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat pesisir" terlihat menyapa kami.

Kegiatan yang sudah nampak berjalan pada saat itu yaitu sosialisasi UU 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang nampak diikuti masyarakat setempat dengan suasana gayeng.
Terungkap disana jika para suami nelayan itu termasuk suami-suami takut istri jika masuk dalam waktu paceklik melaut, karena si istri yang cenderung galak pada suami yang tak berpenghasilan pada saat itu. Jadi korban kekerasan rumah tangga kemungkinan juga terjadi pada para suami.. hehehe. Dan universitas kami menawarkan bantuan hukum dan konseling pada mereka dalam menyelesaikan masalah2 dalam rumah tangganya serta masalah-masalah hukum lainnya.




Sementara itu, rombongan fakultas kami menuju salah satu SD. Dengan berjalan menyusuri jalan-jalan sempit, yang tampak adalah deretan rumah sederhana yang amat sangat berdekatan. Sempat kami membayangkan jika terjadi kebakaran, pasti api menjalar amat cepat. Dapur rumah-rumah mereka kebanyakan berada di depan rumah. Jadi sepanjang jalan, kami melihat ibu-ibu beraktivitas memasak di depan rumah. Home industri peyek ikan dan udang juga bertebaran di sepanjang jalan. Hmmm. Kami sempat mencobanya dan menanyakan cara membuatnya.





Saat tiba di SD kami disambut meriah oleh murid-murid. SD yang terletak didalam gang yang sangat sempit itu bikin kami geleng-geleng. Semangat murid-muridnya meski dengan kondisi terbatas itu sangat tinggi. Tengok antusias mereka saat tertangkap di foto.



Kami menyuguhkan panggung boneka, pertunjukan yang mengemas penyuluhan kesehatan gigi itu dalam satu cerita boneka. Para mahasiswa sudah latihan mempersiapkan ini sejak sehari sebelumnya. Cukup mendadak, tapi hasilnya gak kalah deh sama cerita si Unyil jaman dahulu itu…. Keliatan murid-murid tertarik dan mengikuti sampai akhir cerita. Sangat interaktif. Dan pesan kami untuk selalu menjaga kesehatan gigi lewat cerita boneka sudah tersampaikan.



Setelah pamit ke SD, kami kembali lagi ke tempat baksos. Alat-alat yang akan digunakan untuk baksos sudah terlihat rapi dipersiapkan oleh rekan kami. Dan pukul 12 siang, di tengah udara yang sangat panas, pendaftaran sekaligus perawatan gigi gratis dimulai. Semua bekerja amat cepat dan saling bantu membantu. Ada sekitar 100 lebih pasien yang kami kerjakan. Perawatan yang kami lakukan meliputi pencabutan, pembersihan karang gigi, dan tumpat sederhana. Pada acara ini kami didukung oleh mobil klinik gigi keliling dari RSAL Dr Ramelan Surabaya untuk pencabutan yang sulit. Dan akhirnya sekitar jam 15.30, selesailah perawatan gigi gratis itu.



Bu Dekan yang setia mendampingi sejak acara dimulai, menutup acara ini dengan doa. Dan foto-foto tentunya (yang ini gak pernah ketinggalan, dosen dan mahasiswanya sama-sama narsisnya. Hehehe). Oh ya…diakhir acara, masyarakat setempat mengundang kami untuk datang ke dermaga kecil mereka dan berfoto-foto disana. Dan kesanalah kami. Tidak semua dari kami berani difoto (melihat kayu dermaga yang tidak meyakinkan, dan susahnya jalan menuju kesana). Beberapa teman lainnya tampak membeli buah-buahan import sangat sangat ,murah mereka jual. Memang disini karena dekat dengan pelabuhan, barang-barang murah dari kapal sangat mudah mereka dapatkan. Dan seperti biasa saat kami bertemu barang2 murah, tak kuasa memborongnya. Hehehe kebiasaan. Dan pukul 16.00, kami akhirnya meninggalkan kawasan Morokrembangan itu dengan hati riang. Semoga berbagi kasih kami yang setitik ini sebagai concern kami terhadap peningkatan kesejahteraan wilayah pesisir, bisa memberikan arti buat masyarakat nelayan Morokrembangan.


lanjut baca yuuk..

Met Ultah mbak Tan.......

Aku tidak pandai berkata-kata apalagi untuk melukiskan perasaanku...
bukan seseorang yang perhatian terhadap hal-hal yang terlalu detail
Tapi hari ini aku ingin mengungkapkan perasaanku betapa berharganya dan berartinya mbak untukku.....
betapa waktu yang sudah kita habiskan bersama adalah saat-saat yang menyenangkanku
betapa suka duka yang sudah kita lalui bersama selalu memberikan penguatan bagiku
Selamat Ulang Tahun mbak Tanti
Teriring doa, Sukses, dan sehat selalu untukmu.

Kami sering belanja bareng dan mempunyai barang-barang yang kembar untuk kami kenakan bersama.

Entah itu tas, baju, kaos, sampai sepatu (dan bukan sekali dua kalo barang kami sering banget tertukar). Kesamaan kami jika belanja adalah sama-sama to the point, tak pernah berlama-lama untuk memutuskan suatu barang (tapi tetep lama belanjanya.... yang dibeli itu lho... beraneka ragam....hehehe) dan itu yang bikin
kami jadi teman belanja yang cocok satu sama lain
Kebersamaan kami bukan hanya hal-hal yang melulu gak penting (belanja maksudnya.......) Kami teman yang baik untuk bersaing dan menghasilkan karya terbaik. Di kantor tak sedikit yang iri (dalam arti yang baik)terhadap prestasi kami.... Kami punya lagu yang kami ciptakan bersama lho. Ada lagu 'Derap Langkah Dokter Gigi Baru' yang dinyanyikan pada setiap pelantikan Dokter Gigi Baru di lingkungan Universitas kami, dan ada lagu 'Asa Menggapai Cita' yang dinyanyikan pada pelantikan Guru Besar.
Meski kami dekat, di kantor mbak Tanti tetap atasanku yang wajib kuhormati dan kumengerti posisinya. Kami selalu membedakan hal itu dengan urusan pribadi kami
Hei...liburanpun kami kompak lo. Gak terlihat kalo beda usia kami 8 tahun. Tapi dia memang kakak yang baik untukku. Sebagai temen curhat dan sebagai temen suka duka....
Salah satu cerita yang konyol kami adalah saat kami pulang bareng dari kantor di tengah hujan yang sangat lebat. Disertai kilat dan guntur yang menyambar-nyambar, tak henti2nya kami ngobrol untuk mengalihkan rasa ketakutan kami (untuk menelpon dan menyalakan tape di mobil pun kami takut). Karena ada cerita yang kami dengar bahwa ada orang yang sampai tuli karena menerima telepon saat petir menyambar. Sementara hujan deras menyebabkan banjir dan enceng gondok berceceran dijalan membuat jalanan macet dari sejak dari kantor. Perjalanan dari kantor yang biasa kutempuh 1 jam hari itu kutempuh dalam waktu 4 jam. Karena kami sudah mengira dari awal bahwa kami akan menghabiskan banyak waktu di jalan, kami pun menyempatkan diri mencari ransum di jalan yang kami lewati.
Akhirnya kita masuk ke drive thrue salah satu gerai makanan cepat saji. Pada loket awal kita memesan beberapa makanan cemilan burger, kentang, dan mbak tanti lagi pengen ice cream saat itu (hujan2 kok maem ice cream siy mbak....). Sebelnya pelayan yang melayani pesanan kami ini tidak sigap, sambil disambi ngobrol sama temannya, dan kebetulan resto mereka sedang padat dikunjungi pelanggan. Untung ada mbak Tanti, jadi gak bete karena kamipun sambi ngobrol. Obrolan kami sangat seru sampai-sampai tak menyadari kami sudah melewatkan loket pengambilan makanan. Mobilku melaju terus sambil kami ngobrol dan baru sadar setelah sekitar 2 km. Loh Nung...ice creamku mana? tanya mbak Tanti. Dan Loh.... kami baru sadar belum membawa makanan yang sudah kami bayar. Hahaha...
Akhirnya kami balik lagi. Si mbak yang melayani jadi senyum-senyum bingung...... kirain kemana mbak, udah pesen kok gak diambil........hehehe.bodohnya kami.....

Bersama teman dekat kami lainnya.
Mbak Tan, semoga ur best wishes at ur birthday dikabulkan olehNya
dan semoga pertemanan manis ini gak akan lekang oleh waktu

lanjut baca yuuk..

Jogja Seru

Menghabiskan waktu di kota yang asyik buat berlibur saat liburan bersama orang-orang tercinta sungguh sesuatu yang menyenangkan.
Liburanku kali ini kuhabiskan bersama teman-teman blogger tercinta. Datang dari Surabaya naik Argowillis, jam 12.30, dijemput dengan seseorang yang baik hati dan mengantarku ke Villa Hanis

Jogja seruku pertama :
Sudah kulihat siy tempat yang akan kuinapi dari foto di blog mbak Imel. Cantik banget, tapi tetep aja saat aku datang, aku tertegun beberapa saat...menikmati pemandangan cantik di depanku. Disekeliling hamparan rumput yang cukup luas, terdapat bangunan yang sangat jawa ........ meski dengan arsitek yang sudah setengah modern.




Berjumpa dengan teman-teman yang sudah datang ke Villa Hanis. Ada Mbak Imel dan Riku, ada Lala, ada Hezra dan Desy, ada Tian dan Ipi, ada mas Goenoeng, dan mas Arief. Mempersiapkan kegiatan di desa Kweni dengan membungkus bingkisan yang terdiri dari kertas gambar, crayon, buku, pensil, ballpoint adalah sangat menyenangkan meski dilakukan dengan sangat terburu-buru.
Selain itu Briefing mendadak oleh mbak Imel di mobil itu dan menghasilkan sebuah nyanyian Jepang, sebuah suit khas Jepang, dan briefing origami yang belum selesai itu membuatku geleng-geleng kepala. Bisa juga ternyata..... hehehe.


Seru saat berjumpa anak-anak di desa Kweni nya Uda Vizon dan mbak Icha yang antusias nyambut saat kami datang. Bu Diah, Bu Tutinonka serta mbak Vivi ikut gabung disini.Saat mbak Imel memperkenalkan kami satu persatu, mereka dengan tenang memperhatikan dengan penuh semangat. Dan pun ketika kami sharing lagu, bermain bersama, bercerita bersama, dan akhirnya berbagi.....


Seru saat berjumpa anak-anak di desa Kweni nya Uda Vizon dan mbak Icha yang antusias datang menyambut saat kami datang. Saat mbak Imel memperkenalkan kami satu persatu, mereka dengan tenang memperhatikan dengan penuh semangat. Dan pun ketika kami sharing lagu, bermain bersama, bercerita bersama, dan akhirnya berbagi.....


Aku ingat anak-anak yang mengagumkan itu banyak memberiku pertanyaan. Seperti ada yang kuingat seorang anak menanyakan kepadaku : kakak, jumlah gunung itu mestinya dua kan Kak.? Olala.... demikian terpatrinya seorang anak dengan gambar pemandangan yang selalu dilukiskan dengan jumlah gunung 2, wah salah siapa ini??? Dan mereka dengan penuh perhatian juga mendengarkan sedikit ceritaku tentang kesehatan gigi....menggemaskan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                               
Jogja seruku kedua :
Di rumah bu Dyah, pertamakalinya aku makan nasi kucing. Aku paling suka dengan nasi yang dibungkus daun seperti lontong, nasi timbel, nasi bakar, dan sekarang nasi kucing yang ternyata spicy dan berisi jamur, ayam, ikan. yummy. Selain juga banyak makanan enak yang terhidang : ada lontong sate, gudeg, martabak, ........terimakasih Bu Diah (buat yang dibungkus juga.... hehehe)
Seru ngobrol bersama temen-temen. Ternyata salah satu syarat jadi blogger tuh harus pinter ngelawak , suasana pun ramai saling beradu kata, cuman untuk menyanyi masih sedikit malu-malu. Dan Lala pun menunjukkan kebolehannya dalam meriuhkan suasana. Bu Tuti dengan suara merdunya (ternyata ibu Tuti ini punya banyak profesi : dosen,penulis yang merangkap penyanyi ...bu bagi-bagi dong). Mas Arief ternyata dibalik wajahnya yang serius tersimpan kekuatan lucu yang amat sangat (aduh....perut kami sampai mulas dibuatnya). Belum lagi mas Goenoeng, mbak Imel, mas Daniel Mahendra, Uda Vizon, Bu Diah, mbak Tanti, mas Genthokelir, mbak Icha yang saling menimpali bikin suasana tambah gayeng.
Jogja seruku ketiga :
Saat pagi datang....
semuanya nampak cerah..... dengan senyum mengembang kita mengelilingi meja makan yang terletak di alam terbuka. Wuih...sungguh seru. Bercengkerama bersama teman di hari yang santai. Sampai akhirnya waktu pulangpun tiba. 
Terimakasih buat semuanya, semua kenangan persahabatan ini sungguh indah. Special Thanks buat mbak Imel dan mas Daniel Mahendra buat harinya di Jogja

lanjut baca yuuk..

Jakarta Midnight

Hihihi...pasti bertanya-tanya kenapa dengan judul yang saya pilih ini. Saya aja tertawa terbahak-bahak saat seseorang mengajukan judul ini buat postingan ini..... Setelah saya pikir-pikir, ada kaitannya juga dengan waktu pertemuannya yang sampe tengah malam dan juga status saya malam itu sebagai mystery guest.... kesannya jadi gimana gituuu..

Saat mas Daniel Mahendra, seseorang yang mengajak saya datang ke pertemuan itu, memberitahu saya tentang mystery guest ini, saya sempat bertanya kenapa? Buat seru-seruan aja kok.... katanya. Oh...gitu.... oke.....jawab saya

Gak terbayang, setiap kali online dengan teman-teman yang akan saya temui, dan rasanya ingin memberitahukan betapa bahagianya saya akan bertemu mereka, tapi mengingat status saya sebagai mystery guest, rasa ingin bicara dan mengungkapkan perasaan bahagia saya harus saya tunda. Berat sekali rasanya.

Dan saat pertemuan di Surabaya dengan bu Enny sebelumnya, saya mendengar ibu Enny menanyakan siapa sebenarnya mystery guest itu kepada mas Daniel, saya hanya bisa senyum-senyum saja mendengarnya tanpa bisa ikut menjawabnya.

Akhirnya jam 7 malam lebih tgl 28 Maret itu, saya bisa menjejakkan kaki di rumah mbak Imel  di Martimbang dan bertemu dengan mbak Imel dan Yoga pertamakalinya serta bu Enny yang keduakalinya. Seru sekali bisa ketemu teman-teman di dunia maya bahkan sudah sering berhubungan lewat YM, tapi baru bertemu muka.

Soal sambutan, waduh tak terlukiskan deh, semuanya menu favorit saya. Ada lontong cap gomeh, ada sate, ada gado-gado, ada sop buntut, menu yang membikin selera makan hmm meningkat, apalagi perjalanan dari Bandung bikin perut saya lapar. Tapi ngobrol ngalor ngidul yang asyik bikin pikiran makan saya jadi bercabang. hehehe.....

Dan yang paling seru apalagi....... pasti acara foto-fotoannya itu lo..... dari sisi sana, sisi sini..... trus sampe terasa....wah ini gimana caranya foto berlima ya...... Pertama kita minta tolong Riku, terus yang kedua mbak Imel mencoba menset waktu kameranya otomatis. Lumayan juga hasilnya...

Tak terasa waktu berjalan sangat cepat sampai tiba-tiba midnight menyapa. Banyak sekali perbincangan yang sempat diobrolin.  Banyak juga yang bisa dipetik hikmahnya. Dari bu Enny buat mas Daniel supaya lebih bisa tepat waktu saat sudah berjanji dan mungkin jika berhalangan , memberitahu dulu ya mas......... (hihihi....iya...iya... ada yang bikin telat kok, gak sengaja nelat kan ... hehehe) Dan yang bikin saya kaget plus terharu, bahwa mereka sudah mempersiapkan suvenir untuk masing-masing. Aduh, maap.... saya gak mempersiapkannya, jadi malu...hiks....

Ada suvenir patung boneka Jepang dari mbak Imel, ada selendang oranye dari bu Enny, ada coklat buatan sendiri dari Yoga plus goresan penanya yang cantik. Terimakasih semuanya. Semoga lain waktu saya punya kesempatan untuk membalasnya
Dan buat mbak Imel, bu Enny dan Yoga, maafkan jika saya bikin kagok buat surprised itu ya....
 

saya dan Yoga untuk kali pertama bertemu
 
Bu Enny, mbak Imel dan saya, perpaduan warna yg cantik ya
 
Bersama mystery guestnya

lanjut baca yuuk..

From Bandung With Love

Keramahan yang tulus dari dalam hati, pasti akan terpancar keluar dan terasa...................
Saat ditugaskan untuk mengiringi mahasiswa ke Bandung untuk studi Banding dan Bakti Sosial, terbayang oleh saya tugas yang menyenangkan. Selain bertugas, tentu juga bisa sekalian jalan-jalan. Hehehe. Dalam tim ini, ada 5 dosen yang ditugaskan yaitu drg Puguh Bayu, M.Kes; drg Rima PS.,M.Kes, drg Emi, drg Ghita, dan saya.
Namun perjalanan awal kami kurang mulus. Dari rencana awal naik kereta api ke Bandung, musti batal karena kereta api anjlok di Garut yang menyebabkan jadwal kedatangan kereta tidak pas dengan acara yang akan kami ikuti.Akhirnya kami naik pesawat tujuan Jakarta (tujuan Bandung dikit banget siy.....jadi gak ada pilihan, mahal semua) dan lanjut dengan Cipaganti hingga Bandung. Entah karena load jalan tol Jakarta-Bandung saat itu penuh, perjalanan ke Bandung pun sampai dalam 3 jam (lama banget....)

Keesokan harinya, sampailah kami ke Rumah Sakit Gigi dan Mulut  (RSGM) Universitas Padjajaran, tempat studi banding kami. Penyambutan yang kami terima disini sungguh saat mengesankan. Benar-benar di luar perkiraan kami.

Kami masuk menuju tempat penyambutan dilantai tiga. Dari awal masuk, kami dibuat tersenyum karena disetiap lorong, dan disetiap sudut tangga naik, ada satu mahasiswi cantik dengan rok panjangnya dan jilbab berwarna merah muda senada yang menyambut dengan senyum manisnya hingga kami masuk ke dalam salah satu ruangan di RSGMP. Hmm

Setelah itu, acara penyambutan  juga mencengangkan kami karena dari Univ Padjajaran, mempersembahkan tarian penyambutan untuk kami. Sungguh di luar yang kami perkirakan, padahal dari kami, kami tidak mempersiapkan apa-apa. (tapi kami berjanji di dalam hati untuk membalasnya jika mereka datang berkunjung ke kampus kami)

Setelah acara penyambutan selesai, kami diajak melihat setiap ruangan di RSGMP Univ. Padjajaran. Lagi-lagi kami dibuat tercengang. Dengan komposisi dosen kami yang notabene bukan pejabat dari kampus kami, kami dalam kunjungan itu didampingi pejabat Dekanat dari Unpad. Ada Prof Eky Soeria Soemantri, drg.,Sp Ort, dekan Fak. Kedokt Gigi Unpad, ada Prof. Sunardhi Widyaputra,MS.,PhD selaku Wakil Dekan I, dan ada drg Eka Chemiawan.,M.Kes selaku Wakil Dekan III. Terimakasih banyak kami ucapkan.
dr Ki-Ka : WD III FKG Unpad, drg Puguh, Dekan FKG Unpad, saya, drg Rima, dan WD I FKG Unpad


Banyak sekali yang kami dapat hari itu. Sambutan yang ramah, sharing  ilmu, dan kerendahan diri yang ditunjukkan. Sikap yang sangat kami hargai mengingat Fak Kedokteran Gigi Univ. Padjajaran merupakan salah satu Fak. Kedokt Gigi di Indonesia yang terkenal dan disegani, ternyata juga sangat menghargai tamu yang datang berkunjung. itu sebabnya saya menambah judul dengan kata with Love diatas, karena benar-benar sambutan yang penuh cinta yang kami dapatkan disana. Mahasiswa kami pun kerasan disana karena hubungan yang langsung akrab diantara mahasiswa terbukti acara berakhir jam 4, 1 jam lebih telat daripada waktu kunjungan yang kita jadwalkan. Neng-nengnya juga pada geulis-geulis siy.....hehehe.


 
Bersama mhs, ko Ass, dan Dekanat FKG Unpad

                                           mana dosen mana mahasiswanya ya??
Selain kunjungan ke Unpad, dan bakti sosial, tentu gak ketinggalan acara jalan-jalannya. Ada wisata kuliner, wisata busana, ada wisata beneran di tempat wisata. Langsung lihat foto-fotonya aja ya.... yang sudah lama gak ke Bandung, pasti kangen deh.....
 
Bis yang membawa kami berwisata


 
 
  
Hasil Belanja

lanjut baca yuuk..