Catatan Penulis:
Tulisan ini merupakan tulisan terakhirku sebelum rehat...sampai batas waktu yang belum dapat kupastikan
Kesibukanku jualah yang ternyata memisahkanku dengan dunia yang mulai kucintai ini
Terimakasih atas segala support yang sudah diberikan untuk blog ini
Mohon maaf jika terdapat salah2 kata dalam bertindak dan menulis
Ijinkan suatu waktu jika kangen aku masiy akan berkunjung ke blog teman-teman sekalian
Tulisan ini oleh2ku dari Bandung. Semoga bermanfaat.....
Pandanganku jatuh pada seorang ibu yang sedang bersandar dipintu. Raut wajahnya menunjukkan ekspresi kebahagiaan. Kuikuti pandangannya masuk kedalam suatu ruangan yang kulihat nampak beberapa anak sedang bermain dan berceloteh dengan 3 pembimbingnya. Tubuh si ibu cepat2 bergeser tatkala tahu aku mendekati pintu yang sama. Senyumnya mengembang sembari menunjuk seorang anak tatkala aku menanyakan yang mana putranya. Senyum kebanggaan.
"Hampir tak percaya rasanya anak saya bisa seperti ini kalau melihat keadaannya dulu" percakapan dimulai oleh sang ibu. "Saat lahir dan tahu anak saya punya celah di bibir dan langit-langit perasaan saya seperti tercabik2, tersayat2 membayangkan masa depannya". "Untunglah saya menemukan tempat ini, dan anak saya bagai menemukan dunianya kembali".
Iya, putra si ibu menderita kelainan celah bibir dan langit-langit (Cleft Lip/ Cleft Palate) atau lebih sering umum mengenalnya sebagai bibir sumbing. Kelainan ini selain menyebabkan celah pada bibir, juga bisa diikuti oleh celah pada langit-langit / palatum. Saat usia kehamilan ibu mencapai 6 minggu, terjadi proses diferensiasi pada embrional dimana bibir atas dan langit-langit pada rongga mulut bayi dalam kandungan akan mulai terbentuk, berasal dari jaringan tulang / sutura yang berada di kedua sisi yang akan bersatu di tengah-tengah. Bila sutura ini gagal bersatu, maka akan terbentuk celah pada bibir atas atau langit-langit di dalam rongga mulut.
Penyebabnya diduga karena kombinasi antara faktor genetik dan faktor lingkungan seperti obat-obatan, penyakit atau infeksi yang diderita ibu saat mengandung seperti penyakit cacar misalnya, konsumsi minuman beralkohol atau merokok saat masa kehamilan, atau kekurangan asam folat. Faktor resiko tinggi akan didapatkan jika terdapat orang tua atau saudara kandung yang juga menderita kelainan ini. Celah bibir dan langit-langit juga dapat merupakan bagian dari sindroma penyakit tertentu.
Secara epidemiologis, kelainan ini banyak terjadi pada golongan ekonomi menengah kebawah. Hal ini menjelaskan mengapa banyak anak bercelah bibir dan langit-langit yang tidak mendapatkan perawatan sebagaimana mestinya.Sementara perawatan yang harus didapatkan anak-anak bercelah bibir dan langit-langit itu sangat banyak dan memerlukan tahapan khusus.
Dimulai dari tahap bayi baru lahir, bayi akan kesulitan saat menghisap ASI karena langit2nya terbuka sehingga sulit untuk melakukan gerakan menghisap. Kesulitan ini dapat diatasi dengan penggunaan botol khusus / nasogastric tube sehingga bayi dapat memperoleh asupan yang cukup.
Celah langit2 juga dapat menyebabkan kesulitan dalam berbicara. Hal ini dapat diatasi jika anak menjalani terapi bicara setelah proses operasi penutupan celah. Anak dengan celah langit2 seringkali memiliki suara hidung saat berbicara.
Anak dengan celah bibir dan langit2 kadang memiliki gangguan dalam pendengaran. Hal ini disebabkan oleh kemungkinan adanya infeksi yang mengenai tuba Eustachia (saluran yang menghubungkan telinga dengan rongga mulut).
Dengan adanya celah ditengah langit2, maka akan mempengaruhi pertumbuhan lengkung gigi dan gigi-gigi. Lengkung akan menjadi kurang berkembang, serta susunan gigipun manjadi berjejal
Penanganan kelainan celah bibir dan langit2 ini merupakan penanganan tim multidisiplin. tim itu tdd dokter gigi spesialis bedah mulut, dokter gigi spesialis gigi anak, dokter gigi spesialis orthodonsi, ahli terapi bicara, psikolog, audiologist (terapi pendengaran), dan ahli genetik.
Operasi untuk menutup celah bibir sudah dapat dilakukan pada saat bayi berusia tiga bulan jika memiliki berat badan yang cukup. Sedangkan operasi untuk menutup celah pada langit-langit dapat dilakukan pada usia kira-kira enam bulan. Saat usia anak bertambah, operasi-operasi yang berkaitan dengan fungsi dan memperbaiki wajah mungkin diperlukan . Dilanjutkan dengan terapi psikologis dan terapi bicara.
Untuk memperbaiki susunan geligi, ortodontis akan memperbaikinya menggunakan kawat gigi.
Perawatan kelainan celah bibir dan langit-langit sungguh amat lama dan memerlukan biaya yang tidak sedikit. Sehingga diperlukan effort yang besar bagi kalangan yang tidak mampu untuk dapat melakukan keseluruhan terapi sampai tuntas.
Nah tidak banyak yang tahu bahwa ada beberapa pusat perawatan Celah bibir dan Langit-Langit yang menggratiskan seluruh biaya pengobatannya. Salah satunya Cleft Centre yang berada di Fakultas Kedokteran Gigi Univ. Pajajaran , Jl Sekeloa Bandung.
Mungkin kita bisa berbagi info tentang perawatan kelainan Celah Bibir dan Langit2 sehingga bermanfaat buat orang-orang sekitar kita.
Cleft Centre ini dikelola oleh Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPBCL) adalah sebuah yayasan sosial yang memulai aktivitas sosialnya sejak tahun 1979, dengan tujuan membantu para penderita celah bibir dan langit-langit yang secara ekonomi dinilai kurang mampu. Dalam melaksanakan kegiatan sosialnya selama ini, YPPCBL berusaha untuk membantu para penderita celah bibir dan langit-langit yang berada di seluruh indonesia.
Selama melaksanakan aktivitas atau kegiatannya, YPPCBL sendiri banyak dibantu oleh berbagai pihak, yaitu donatur dari dalam maupun luar negeri, perorangan, instansi swasta dan pemerintah daerah. Selain itu, YPPCBL juga menerima bantuan dari donatur tidak tetap. Dengan dukungan tersebut, mereka dapat memberikan pelayanan kepada para penderita celah bibir dan langit-langit yang tidak mampu.
Pada tahun 2006 YPPCBL telah menerima permohonan bantuan untuk melaksanakan operasi celah bibir dan lagit-langit bagi pasien yang tidak mampu, yaitu sebanyak 1033 pasien. Di dalam Cleft Centre selain dilengkapi dengan ruangan operasi untuk menutup celah bibir dan langit, juga dilengkapi dengan ruangan untuk bermain, ruangan terapi bicara, ruangan terapi psikologis.
Kegiatan operasi YPPCBL terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu operasi yang dilaksanakan secara rutin di kota Bandung dan operasi yang dilaksanakan di luar kota Bandung dalam rangka kegiatan Bakti Sosial. Operasi rutin dilaksanakan di rumah sakit-rumah sakit yang telah dirujuk oleh YPPCBL, yaitu RS. dr. Hasan Sadikin, St. Borromeus, Santosa International Hospital, RS. Immanuel, RS. AL. Islam, RS. Kebonjati, dan RS. Dr. Salamun. Sedangkan di luar kota Bandung, YPPCBL bekerjasama dengan rumah sakit-rumah sakit yang ada di lokasi pasien berada. Biasanya tim dokter dari Cleft Centre akan datang ke kota yang terdapat permintaan minimal 10 anak untuk dilakukan operasi penutupan celah bibir dan langit2. Nah mungkin teringat akan seseorang yang akan dibantu?
Sesaat aku teringat pada si ibu yang dengan setia merawat menunggui anaknya selama terapi bicara dan terapi psikologis dan bisa merasakan betapa besar kasih sayang seorang ibu terhadap seorang anaknya..........

Salah satu penderita Celah bibir dan langit2 diambil dari sumber http://2.bp.blogspot.com/

selang
Nasogastric tube, adalah selang yang dimasukkan melalui hidung bayi berfungsi untuk memasukkan susu langsung ke dalam lambung untuk memenuhi intake makanan;
Pemberian dot khusus dot khusus, Dot ini bentuknya lebih panjang dan lubangnya lebih lebar karena bayi pada kasus ini sulit menghisap daripada dot biasa; tujuannya dot yang panjang menutupi lubang di langit2 mulut; susu bisa langsung masuk ke kerongkongan
tube nasogastric dan gambar dot diperoleh dari http://senyumsehat.files.wordpress.com/
Lamat-lamat kudengar lagu Afghan
"Bukan cinta Biasa" yang mengiringiku menuliskan tulisan untuk blog ini terakhir kalinya......
Terimakasih dan sampai jumpa lagi kuucapkan untuk teman-teman yang selama ini mengiringi perjalananku dalam dunia blog ini. Mungkin kita dapat berjumpa dilain waktu dan lain kesempatan yang lebih menyenangkan. Salam
lanjut baca yuuk..